Bagi Anda yang memiliki kulit eksim, menjaga kelembapan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Kulit eksim cenderung kehilangan air lebih cepat dan lebih rentan terhadap iritasi. Oleh karena itu, pemilihan pelembap yang tepat menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan kulit sekaligus mendukung pertahanan alaminya.

Mengapa Skin Barrier Penting untuk Kulit Eksim?

Skin barrier atau lapisan pelindung kulit bekerja seperti dinding yang tersusun dari sel-sel kulit dan lipid seperti ceramide. Pada kulit eksim, struktur ini lebih mudah terganggu, sehingga air lebih cepat menguap dan zat iritan lebih mudah masuk. Menurut Firdha Wanda, Senior Brand Manager PT Galderma Indonesia, menjaga kelembapan bukan hanya membuat kulit terasa lembut, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan kondisi skin barrier.

"Ketika skin barrier tidak bekerja optimal, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan menjadi sensitif terhadap faktor lingkungan. Pelembap membantu memberikan dukungan agar pertahanan kulit tetap terjaga," ujarnya.

Memilih Kandungan dan Tekstur yang Sesuai

Setiap orang dengan eksim memiliki kebutuhan yang berbeda. Produk yang nyaman untuk kulit agak kering belum tentu cukup untuk kulit yang sangat kering atau saat flare. Firdha menekankan pentingnya memilih formula yang tepat, terutama menghindari pewangi tambahan yang bisa memicu iritasi.

"Yang terpenting bukan mencari produk paling berat atau mahal, tetapi menemukan formula yang sesuai dengan kondisi kulit dan bisa digunakan secara konsisten," jelasnya.

Bahan seperti glycerin dan ceramide dapat menjadi pilihan karena membantu mempertahankan kelembapan dan mendukung skin barrier. Selain itu, tekstur juga perlu disesuaikan:

  • Lotion: Lebih ringan dan praktis untuk area tubuh yang luas.
  • Krim: Teksturnya lebih kaya, cocok untuk bagian kulit yang lebih kering.
  • Ointment: Lebih oklusif dan terasa lebih berat, cocok untuk kulit sangat kering.

"Tidak ada satu tekstur yang paling baik untuk semua. Prinsipnya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan kulit," tambah Firdha.

Membangun Rutinitas yang Konsisten

Pelembap sebaiknya digunakan secara rutin, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap, dan diulang saat kulit mulai terasa kering. Rutinitas yang disarankan meliputi langkah cleanse, repair, moisturize, dan protect. Salah satu rangkaian yang dirancang untuk kebutuhan ini adalah Cetaphil Pro AD Derma, yang terdiri dari Skin Restoring Wash, Pro AD Derma Repair Cream, dan Skin Restoring Moisturizer.

"Perawatan kulit bukan tentang mencari produk dengan banyak kandungan, tetapi apakah produknya sesuai, nyaman, dan bisa dipertahankan setiap hari," ujar Firdha.

Amati Respons Kulit dan Konsultasi ke Dokter

Setiap kulit bisa memberikan reaksi berbeda. Saat mencoba produk baru, mulailah dengan uji pada area kecil. Jika muncul sensasi terbakar, kemerahan yang memburuk, pembengkakan, atau gatal hebat, hentikan pemakaian dan evaluasi kondisi kulit.

"Kenali kulit sendiri. Jika ada respons tidak biasa, jangan dipaksakan. Kulit memberi sinyal ketika ada yang tidak cocok," kata Firdha.

Pelembap memang membantu mengatasi kekeringan dan mendukung skin barrier, tetapi bukan pengganti terapi medis. Jika eksim mengalami flare berat, mengeluarkan cairan, berkerak, nyeri, mengganggu tidur, atau tidak membaik dengan perawatan dasar, segera konsultasikan ke dokter.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan dengan dokter kulit untuk penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Reporter: Fadila Utami